Apakah Komponen Cadangan (Komcad) Punya Pangkat? Berikut Jawaban Kemenhan dan Lokasi Pendaftarannya

  • Whatsapp

JAKARTA | | SATELITCYBER.COM: –Berikut jawaban Kementerian Pertahanan ( Kemenhan) soal apakah Komponen Cadangan ( Komcad) memiliki pangkat.
Melansir dari komcad.kemhan.go.id, Komcad yang telah dilantik diberikan pangkat mengacu pada penggolongan pangkat TNI.
Pangkat ini hanya digunakan pada masa aktif Komcad.
Sementara itu, pendaftaran Komcad Kemenhan untuk matra darat akan dibuka mulai 2 – 7 Juni 2021 mendatang.
Lokasi pendaftarannya bisa dilakukan di empat Kodam yakni Kodam Jaya/Jayakarta, Kodam III/Siliwangi, Kodam IV/Diponegoro, dan Kodam V/Brawijaya.

Bagi masyarakat Jawa Timur yang ingin mendaftar Komcad bisa langsung mendatangi beberapa Korem di bawah Kodam V/Brawijaya.
Melansir dari laman komcad.kemhan.go.id, berikut lokasinya.

  1. Komando Resor Militer 081/Dhirotsaha Jaya (Madiun)
  2. Komando Resor Militer 082/Citra Panca Yudha Jaya (Mojokerto)
  3. Komando Resor Militer 083/Baladhika Jaya (Malang)
  4. Komando Resor Militer 084/Bhaskara Jaya (Surabaya)
    Pendaftar perlu menyiapkan beberapa dokumen seperti:
  • Surat lamaran
  • KTP
  • KK
  • Surat Keterangan dari Lurah/Kepala Desa
  • SKCK
  • Ijazah pendidikan terakhir
  • Surat Keterangan Sehat
  • Daftar Rwayat Hidup
    Dalam perekrutan ini, pemerintah juga menyediakan metode pendaftaran melalui aplikasi KomcadApp dan lewat whatsapp dengan nomor 08990170845.
    Masyarakat juga bisa daftar Komcad melalui laman komcad.kemhan.go.id
    Berikut langkah-langkahnya.
  1. Buka laman komcad.kemhan.go.id atau di sini: LINK
  2. Buat Akun dan masukkan data yang diminta
  3. Anda akan mendapat link verifikasi di email yang didaftarkan
  4. Silahkan login menggunakan email dan sandi yang anda daftarkan
  5. Klik tombol ‘Daftar Sekarang’
  6. Isi semua form pendaftaran
  7. Jika semua sudah terisi dengan benar, klik tombol ‘Kirim’
  8. Selanjutnya Anda tinggal menunggu hasil seleksi data
    Syarat menjadi anggota Komponen Cadangan :
    Beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa;
  • Setia pada Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945;
  • Usia 18 tahun – 35 tahun;
  • Sehat jasmani dan rohani; dan
  • Tidak memiliki catatan kriminalitas yang dikeluarkan secara tertulis oleh Kepolisian Negara Republik Indonesia.
    Apakah Komcad Dapat Gaji dan Tunjangan?
    Melansir dari laman kemenhan.go.id, diulas beberapa pertanyaan masyarakat terkait Komcad.
    Salah satu ulasannya menjawab pertanyaan tentang apakah anggota Komcad mendapat gaji dan tunjangan.
    Dituliskan secara jelas bahwa Negara tidak mengeluarkan biaya untuk membayar gaji dan tunjangan lainnya kepada anggota komcad sebagaimana prajurit TNI.
    Undang-undang Nomor 23 Tahun 2019 tentang Pengelolaan Sumber Daya Nasional (PSDN) juga tak membeberkan soal gaji Komcad.
    Menurut Pasal 36 UU PSDN, para anggota Komcad memang akan mendapat fasilitas berupa uang saku.
    Namun tak disebutkan berapa besarannya.
    Keuntungan lain yang bakal diterima para Komcad adalah perlengkapan perorangan lapangan, perawatan kesehatan, serta perlindungan jaminan kecelakaan kerja dan jaminan kematian selama mengikuti pelatihan dasar kemiliteran.
    Selain keuntungan, ada konsekuensi hukum bagi mereka yang melanggar ketika bergabung Komcad.
    Termasuk, sanksi itu berupa diberlakukannya hukum militer.
    Dalam Pasal 49 Ayat (2) UU PSDN, terdapat sejumlah aturan yang mempunyai konsekuensi pemberhentian tidak hormat bagi mereka yang melanggar.
    Antara lain, (a), menganut, mengembangkan serta menyebarkan ajaran atau paham yang bertentangan dengan Pancasila dan (b) menjadi anggota dalam organisasi terlarang berdasarkan putusan pengadilan yang telah memperoleh kekuatan hukum tetap dan/atau peraturan perundang-undangan.
    Kemudian (c) melakukan tindakan yang dapat mengancam atau membahayakan keamanan dan keselamatan negara dan bangsa; (d) mempunyai tabiat dan/atau perbuatan yang nyatanyata dapat merugikan disiplin dan/atau (e) dijatuhi pidana penjara dengan hukuman di atas 1 (satu) tahun berdasarkan putusan pengadilan yang telah memperoleh kekuatan hukum tetap.
    Selain itu juga terdapat ketentuan pidana, sebagaimana Pasal 77 UU PSDN, disebutkan setiap Komcad yang tidak memenuhi panggilan mobilisasi atau melakukan tipu muslihat yang membuat terhindar dari mobilisasi akan dipenjara paling lama 4 tahun penjara.
    Sementara, bagi mereka yang sengaja membuat Komcad tidak memenuhi panggilan mobilisasi akan dipenjara paling lama 2 tahun.
    Sedangkan, pengusaha atau lembaga pendidikan yang sengaja memutus hubungan kerja atau pendidikan akan dipenjara paling lama 2 tahun.
    Begitu pun ketika Komcad masih aktif dengan ancaman penjara paling lama 4 tahun.
    Pada tahun ini, Kemenhan berencana akan merekrut 25.000 Komcad, begitu juga di tahun berikutnya . ( SURYA.co.id / PARIZAL )

  • Whatsapp

Pos terkait