Bedah Rumah Terbengkalai Di Jalur 5 Mangan Jaya Muara Kelingi

  • Whatsapp

MUSI RAWAS || SATELITCYBER.COMKementrian Pekerjaaan Umum Perumahan Rakyat (PUPR) setiap tahunya mengaagarkan dana yang tidak sedikit guna memberikan layanan rumah layak huni bagi masyarakat Pra Sejahtera lewat program-program unggulan seperti bedah rumah, dan rumah subsidi bagi ASN/Karyawan perusahaan.

Didalam program tersebut, masyarakat diberikan kemudahan untuk memiliki hunian yang layak dengan dibantu oleh pemerintah, bagi yang belum memiliki hunian bisa dengan cara mencicil setiap bulan dengan mekanisme KPR atau yang sudah memiliki hunian tetapi masih belum layak huni, bisa juga mengajukan kepada perintah untuk merenovasi huniannya lewat program bedah rumah.

Untuk program bedah rumah sendiri tujuan pemerintah adalah semata-mata untuk mengurangi jumlah Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) di indonesia melalui program Bantuan Stimulan Rumah Swadaya (BSPS). Buat warga yang berpenghasilan pas-pasan atau kurang mampu, bantuan stimulan yang diberikan tentusaja sangat membantu, sedangkan bantuan ini bisa berbentuk uang atau bahan-bahan bangunan.

Jika diberikan dalam bentuk uang, maka harus digunakan untuk membeli bahan bangunan dan membayar tukang. Hal ini diatur dalam Permen PUPR No. 07 tahun 2018, sedangkan jumlah dana yang didapat oleh penerima bantuan bedah rumah tertuang dalam keputusan Mentri PUPR No.158/KTPS/2019 yaitu, untuk Peningkatan Kulaitas Rumah Swadaya (PKRS) didaerah provinsi menerima sebesar Rp. 17.5 jt per orang dengan rincian bantuan bahan bangunan sebesar 15 jt, serta sisanya 2,5 jt untuk upah kerja.

Namun sangat disayangkan, didesa mangan jaya kecamatan muara Kelingi kab. Musi Rawas, bantuan bedah rumah tidak bisa dimanfaatkan secara maksimal untuk membantu warga desa dalam memperbaiki huniannya, agar layak huni seperti tujuan awal program bedah rumah itu sendiri.

Dari dua orang yang mendapatkan bantuan bedah rumah pada Januari 2019, hanya satu saja yang telah berhasil dirampungkan, sedangkan yang satunya lagi masih terbengkalai sampai saat ini. Hal ini menjadi ironi dimana sudah setahun lebih rumah yang berada mendapat program bantuan, akan teptapi belum terselesaikan.

Menurut keterangan sekretaris desa Mangan jaya aktif, kepada indonesiadetik.com menyampaikan, bahwa tidak terselesaikannya bedah rumah tersebut dikarenakan yang bersangkutan sudah tidak memiliki uang sama sekali sehingga mau merantau dahulu, nanti kalau uang sudah terkumpul baru siap melanjutkan kembali renovasi.

Dalam keteranganya sekdes mangan jaya juga menyampaikan Kalau kusen sudah terpasang’ tinggal atapnya lagi, saat awak media meminta untuk menunjukkan lokasi penerima bedah rumah tersebut, sekdes tidak berkenan.Saat itu juga awak media mencari tahu lokasi penerima bedah rumah yang menurut keterangan sekdes bernama Yani Gianti, yang berada di jalur 5, dan saat tiba dilokasi memang terlihat bangunan yang terbengkalai dan terdapat tulisan difondasi rumah “19 Januari 2020”. ( indonesiadetik.com / PARIZAL )

  • Whatsapp

Pos terkait