Duit Nasabah Raib Rp128 Juta, Sistem Keamanan Bank Mandiri Dipertanyakan

  • Whatsapp

BANDUNG | | SATELITCYBER.COM: – Ekonom dari Universitas Padjajaran (Unpad), Kurniawan Saefullah mempertanyakan layanan customer service yang disediakan oleh Bank Mandiri terhadap kasus yang menimpa nasabahnya, Asrizal Askha (49).

Sebelumnya, kepada Ayobandung.com Asrizal Askha (49) telah mengadukan ke pihak Bank Mandiri atas kehilangan uangnya sebesar Rp 128 juta di rekeningnya, saat ia akan melakukan tarik tunai.

Namun, Bank Mandiri enggan bertanggung jawab dengan berdalih bahwa kartu Asrizal ditukar dan di saat yang sama terjadi transaksi yang sah dan valid yang mengatasnamakan kartu ATM milik Asrizal.

Kurniawan mengatakan, korban tidak mungkin serta merta melakukan pengaduan atas kehilangan uangnya jika ia menyadari bahwa ia pernah melakukan transaksi senilai nominal tersebut.

“Bila memang pihak Bank (Mandiri) tidak bisa memberikan solusi dan jalan keluar, maka mau tidak mau harus sampai ke tahap IT forensik,” kata Kurniawan ketika dihubungi, Senin, 24 Mei 2021.

Karena dengan dilakukannya IT forensik terhadap sistem keamanan Bank Mandiri, kata Kurniawan, maka nantinya akan terlihat bagaimana sistem keamanan bank berplat merah itu beroperasi.

Menurut Kurniawan, Bank Mandiri perlu menyadari bahwa kini sudah memasuki era digital, sehingga pihak Bank Mandiri bisa meningkatkan sistem keamanan yang berlapis demi menghindari terjadinya kejahatan digital, seperti penggandaan kartu, skimming atau cloning.

Sebab nasabah sendiri tidak akan menyadari bahwa posisinya sedang menjadi korban skimming atau scanning.

“Jika nasabah tidak diberi jalan keluar, maka perlu ada pihak ketiga, dalam hal ini bisa OJK (Otoritas Jasa Keuangan),” ujar Kurniawan.

Bila nantinya setelah pihak ketiga menemukan bahwa sistem keamanan Bank Mandiri itu lemah dan mudah dibobol, serta bukti menyatakan bank berplat merah itu bersalah, maka sudah menjadi kewajiban Bank Mandiri mengganti seluruh uang nasabah yang hilang.

“Karena dengan begitu, siapa yang akan melindungi konsumen, jadi menurut saya itu kewajiban dari bank untuk ganti rugi,” katanya.

Bank Mesti Lebih Bertanggung Jawab 

Agar kasus tersebut bisa tuntas dan nasabah tidak dirugikan, Siswanda H Sumarto Advisor Manajemen Publik dari BTrust Advisory Group menyarankan agar pihak Bank lebih proaktif dalam menuntaskannya bukan malah lepas tangan atas kejadian itu.

Siswanda menegaskan, apabila pihak Bank lepas tangan dan tak bertanggung jawab maka akan menempatkan Bank itu ke situasi yang memburuk, artinya kepercayaan publik bisa menurun, berkurang bahkan sampai ke tahap menghilang.

“Apalagi kalau korban dari kejadian itu tidak hanya seorang saja, itu membuktikan bahwa kasus tersebut bukan sebuah kebetulan, tapi sudah terencana,” tandasnya. ( PARIZAL )

  • Whatsapp

Pos terkait