Kabar Terbaru Siswa Penghina Palestina di Bengkulu

  • Whatsapp

JAKARTA || SATELITCYBER.COM – Siswa penghina Palestina┬ádi Bengkulu dikabarkan mengalami perundungan (bullying) sejak kasusnya mencuat dan viral di aplikasi TikTok. Hal ini diketahui dari informasi yang diterima Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kementerian PPPA).

Sebelumnya siswa perempuan berinisial MS (19) dikabarkan sempat di-drop out dari SMA Negeri 1 Bengkulu Tengah, Bengkulu, setelah kasusnya mencuat. Namun hal itu pun dibantah pihak sekolah.MS dikabarkan menerima perundungan (bullying) hingga tak berani keluar dari rumah. Kementerian PPPA memastikan pihaknya akan melakukan pendampingan.

Lantas bagaimana kabar terbaru siswa penghina Palestina tersebut? berikut ulasannya:

“Kami terus memantau kondisi anak korban ini. Kondisi terakhir yang kami dapatkan, anak yang bersangkutan mendapatkan stigma dan perundungan (bullying) dari lingkungan sekitarnya, sehingga tidak berani keluar dari rumah. Itu sebabnya, Kementerian PPPA memastikan UPTD PPA Provinsi Bengkulu dan DP3APPKB Provinsi Bengkulu akan tetap melakukan pendampingan terhadap orang tua dan anak serta memastikan anak yang bersangkutan tetap bisa melanjutkan pendidikannya,” kata Deputi Perlindungan Khusus Anak Kementerian PPPA Nahar dalam keterangan tertulis, Jumat (21/5/2021).

Terkait kondisi siswa penghina Palestina ini, Nahar mengaku pihaknya akan melakukan asesmen soal kondisi yang bersangkutan usai mendapat instruksi langsung Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah. MS juga akan diupayakan agar tetap bisa lanjut sekolah.

“Proses asesmen juga tetap dilakukan untuk mengetahui kondisi psikologis anak atas perundungan yang didapatkan. Upaya advokasi untuk pemenuhan hak anak atas pendidikan agar anak yang bersangkutan tetap bisa melanjutkan sekolah juga dibantu oleh Fasilitator Nasional Sekolah Ramah Anak (Fasnas SRA) Provinsi Bengkulu,” kata Nahar.

Kepsek Bantah DO

Pihak Kepala Sekolah SMA Negeri 1 Bengkulu Tengah Eka Saputra membantah melakukan drop out kepada siswa penghina Palestina. MS disebut hanya dititipkan kepada orang tuanya, namun pihak orang tualah yang meminta MS untuk pindah.

“Kami dari sekolah tidak pernah men-DO MS. Orang tuanya yang menyatakan mau pindah, ada kok surat pernyataannya,” kata Eka Saputra saat menggelar konferensi pers di hadapan para wartawan, (20/5/2021).

Pihak sekolah mengaku tak pernah mencabut hak MS di sekolah. Namun karena pandemi COVID-19, MS dititipkan ke orang tua guna memulihkan kondisi psikologisnya.

“Yang jelas, kalau MS masih mau sekolah di sini, tetap kita terima,” papar Eka.

Siswa penghina Palestina itu sudah minta maaf atas unggahannya yang viral lewat aplikasi TikTok. Ia mengaku siap menerima risiko atas unggahannya itu.

“Saya memohon maaf kepada negara Palestina dan bangsa atas unggahan pernyataan saya di TikTok. Saya berjanji akan siap menerima semua risiko atas perbuatan saya. Sekali lagi saya mohon maaf,” kata siswi tersebut setelah melakukan mediasi di Polres Bengkulu Tengah.

Bukan hanya sang siswa, pihak keluarga juga meminta maaf yang sedalam-dalamnya kepada seluruh masyarakat Indonesia atas apa yang telah dilakukan MS. Keluarga MS meminta agar kasus ini tidak usah diperpanjang.

“Keluarga meminta kasus ini jangan diperpanjang lagi agar anak mereka tidak terus tertekan atas sanksi sosial yang telah mereka terima,” papar Kepala UPTD PPA Provinsi Bengkulu Ainul Mardiati kepada wartawan, Jumat (21/5/2021).

Tidak Akan Pindah Sekolah

Pemprov Bengkulu melalui UPTD Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) telah memberikan pendampingan terhadap siswa penghina Palestina. Dipastikan juga MS tidak akan pindah sekolah dari SMA Negeri 1 Bengkulu Tengah.

“Tadi kita tanyakan pada MS apakah akan pindah sekolah, MS menjawab masih akan tetap sekolah di SMA Negeri 1 di Kabupaten Bengkulu Tengah,” ujar Ainul.

“MS akan tetap sekolah di sekolah yang lama, dan surat pernyataan orang tuanya akan memindahkan anaknya sekolah akan segera dicabut, karena MS mengaku akan tetap sekolah di sana,” sambungnya. ( detik.com / PARIZAL )

  • Whatsapp

Pos terkait