Mayoritas Aset Bank Besar Bertumbuh. Siapa Naik Paling Tinggi?

  • Whatsapp

JAKARTA | | SATELITCYBER.COM: – Kinerja perbankan sampai dengan kuartal I/2021 masih tertekan akibat pandemi Covid-19. Hal itu tercermin pada mayoritas laba bersih bank-bank dengan aset terbesar mencatatkan penurunan. Namun dari sisi aset, sebagian besar bank masih mencatatkan pertumbuhan. Dari 10 bank besar, 8 di antaranya membukukan pertumbuhan aset secara year on year. Lantas, siapa yang tumbuh paling tinggi? PT Bank Tabungan Negara Tbk. mencatatkan pertumbuhan aset paling tinggi yakni 21,92% yoy menjadi Rp375,73 triliun pada kuartal I/2021.

Pertumbuhan aset tertinggi berikutnya dicatatkan oleh PT Bank Permata Tbk. sebesar 21,49% yoy menjadi Rp203,47 triliun. Kenaikan tersebut membawa Bank Permata menempati peringkat ke-10 pada kuartal I/2021, menggeser Bank Danamon yang menempati peringkat ke-10 pada 2020. Kenaikan signifikan aset Bank Permata sejalan dengan telah selesainya integrasi dengan Bangkok Bank Kantor Cabang Indonesia Indonesia di Desember 2020.

Plt. Direktur Utama PermataBank Abdy Dharma Salimin mengatakan PermataBank memulai 2021 dengan hasil yang memuaskan.

Upaya perseroan untuk bangkit bersama dan terus memberikan kontribusi positif terhadap pemulihan ekonomi Indonesia telah diwujudkan dengan strategi dalam memperluas skala, memperdalam hubungan dengan nasabah, dan memberikan solusi perbankan yang sesuai dengan kebutuhan nasabah. Bertambahnya kapital PermataBank menunjang semakin kuatnya inisiatif digitalisasi perbankan yang diberikan kepada nasabah. “PermataBank berhasil membukukan pertumbuhan total aset sebesar 21,5% yoy menjadi sebesar Rp203,5 triliun dan mengantarkan Bank sebagai salah satu 10 bank komersial terbesar di Indonesia berdasarkan total aset,” terangnya dalam siaran pers kinerja kuartal I/2021.

Di urutan berikutnya, ada PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. yang mencatatkan pertumbuhan aset 20% yoy menjadi Rp1.584,07 triliun. Kenaikan aset itu membuat Bank Mandiri mampu mengungguli total aset BRI, sekaligus menjadikannya sebagai bank dengan aset terbesar di kuartal awal ini. Dalam konferensi pers kinerja kuartal I/2021, Direktur Utama Bank Mandiri Darmawan Junaidi mengatakan kenaikan aset yang signifikan terutama didorong oleh proses merger anak usahanya, yaitu Bank Syariah Mandiri dengan BRI Syariah dan BNI Syariah menjadi Bank Syariah Indonesia. “Hasil merger tersebut menjadi entitas perusahaan anak Bank Mandiri,” katanya. Selain itu, kenaikan dana pihak ketiga (DPK) dan penyaluran kredit juga ikut mendongkrak aset BMRI. DPK Bank Mandiri secara konsolidasi hingga kuartal I/2021 tumbuh 25,5% yoy menjadi Rp1.181,3 triliun. Pada periode yang sama, kredit konsolidasian tumbuh solid di kisaran 9,1% yoy menjadi Rp984,8 triliun.

Selanjutnya, ada PT Bank Syariah Indonesia Tbk. yang membukukan pertumbuhan aset 12,65% yoy menjadi Rp234,43 triliun per 31 Maret 2021. Kemudian, PT Bank Central Asia yang mencatatkan pertumbuhan aset 12,03% yoy menjadi Rp1.090 triliun. BCA juga berhasil mempertahankan posisinya sebagai bank swasta nasional terbesar. Berikutnya, PT Bank OCBC NISP Tbk. yang asetnya tumbuh 8,48% yoy menjadi Rp207,74 triliun. Diikuti PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. yang asetnya tumbuh 3,83% yoy menjadi Rp1.411,05 triliun, serta PT Bank Pan Indonesia Tbk. yang asetnya tumbuh 0,44% yoy menjadi Rp206,60 triliun. Sementara itu, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. dan PT Bank CIMB Niaga Tbk., mencatatkan penurunan total aset masing-masing sebesar 0,69% secara yoy menjadi Rp862,44 triliun dan Rp272,60 triliun di kuartal I/2021. ( BISNIS.COM / PARIZAL )

  • Whatsapp

Pos terkait