Part 1 ( Bagian Ke. 1), Kades Padang Ulak Tanjung : GSG Baru Selesai 67 %

  • Whatsapp

Laporan Khusus (Lapsus) Pembangunan Gedung Serba Guna (GSG)

PROVINSI BENGKULU | KABUPATEN BENGKULU TENGAH | SATELITCYBER.COM – Liputan Khusus edisi berseri / bersambung ke Kepala Desa Padang Ulak Tanjung, Kecamatan Talang Empat, Kabupaten Bengkulu Tengah, Provinsi Bengkulu, Senin (01-02-2021) di ruang kerja Kantor Desa Padang Ulak Tanjung, yang dahulunya dikenal dengan sebutan Desa atau Dusun Talang Jarang.

Ketika wartawan satelitcyber.com mengkonfirmasi mengenai pelaksanaan penyelesaian bangunan Gedung Serba Guna yang belum selesai, selaku Kades Desa Padang Ulak Tanjung, ‘Derani’ sapaan akrabnya mengungkapkan, nama bagunan yang pembangunannya belum selesai ini adalah Gedung Serba Guna ( GSG) bukan Balai Desa, tegasnya.

ini seharusny belum dipelamir (pekerjaan persiapan sebelum pengecatan terakhir), ketika wartawan satelitcyber.com menyahuti ini sudah di pelamir, Pak Kades ‘Derani’ menuturkan ini sudah dipelamir, makanya nanti jangan sampai anda salah dalam persepsinya, lebih lanjut beliau menjelaskan, saya sebagai Kepala Desa Padang Ulak Tanjung sekarang tidak sama dengan Kepala Desa yang dulu, itu tidak sama, dan kualitas bangunan memang orang teknik beneran kesini, silahkan di bobok ( diketuk atau di tes maksudnya, atau di bor untuk analisa laboraturium, mengenai material semisal uji kekerasan, tingkat ‘K’ nya berapa dan beberpai uji lab lainnya) dimana aja boleh, kita siap untuk diuji, ungkapnya dengan percaya diri.

ketika ditanyakan bangunan memang bagus, Kades ‘ Derani’ menguraikan, beda, bangunannya memang beda, saya sendiri yang mengawasi langsung, tuturnya.

Lebih lanjut saat disinggung wartawan satelitcyber.com, kayu nya pada bangunan bagus semua, ‘Kades” menyatakan itulah yang saya katakan tadi, saya sesuai standar RAB ( Rencana Anggaran Biaya), mintanya kayu bawang, kita pakai kayu bawang, kalau buat kopi buat saya juga belum ngopi selahnya memotong penjelasanya, terus lanjut menjelaskan kembali, kalau pemakaian diluar kayu bawang saya ganti 10 kali lipat, karena ini sesuai dengan apa yang ada didalam ‘RAB’, urainya.

kemudian beliau menerangkan kegiatannya sehari-hari, selain sebagai Kepala Desa Padang Ulak Tanjung Kecamatan Talang Empat Kabupaten Bengkulu Tengah Provinsi Bengkulu, ia juga memiliki kesibukan lainnya, yang juga tak kalah sibuk dan banyak kegitannya, yakni memiliki beberapa usaha, saya pagi-pagi kerja dulu, setelah subuh mengatur anak buah yang kerja pengecoran di pembangunan ruko saya, didekat warungnya, ‘Kades Derani’ menuturkan jarang ia ngantor ke kantor Desa Padang Ulak Tanjung Kecamatan Talang Empat Kabupaten Bengkulu Tengah, berdasarkan pengamatan wartawan satelitcyber.com, memang antara rumah kediamannya dengan rumah, dan usaha warung nasi serta rukonya yang masih dalam pembangunan sangat dekat dengan Kantor Desa, jadi jarak tempuh dan waktu tempuh sangat singkat pada kisaran 200 – 500 meter.

Derani menguraikan lebih lanjut, jam pagi seperti saat ini ( sekitar jam 9 at jam 10 pagi ) saya istirahat sebentar, kemudian jam 9 baru ke Kantor Desa, kalau ada orang yang penting beneran, tunggu di Kantor Desa Padang Ulang Tanjung, baru saya kekantor Desa, untuk melayani masyarakat yang mau mengurus sesuatu atau ada kepentingan tertentu.

saat ditanyakan, kalau hari biasa kerja di dekat ruko dan warung nasi itulah, Kades ‘Derani’ menuturkan, saya banyak pula kerja, ke kebun, ke pabrik, karena saya ini banyak kegiatan selain sebagai Kades, sebagai Kepala Desa ini hanya sebagai memantau saja, kalau sekiranya kurang uang pada Pemerintahan Desa Padang Ulak Tanjung, pakai uang pribadi saya, hal itu tersebut kusampaikan dengan Perangkat Desa Padang Ulak tanjung (PUT), silahkan tanya dengan perangkat desa, ungkapnya.

disahuti wartawan satelitcyber.com, hal itulah yang bagus bagi seorang Kepala Desa untuk masyarakat desa nya, ‘Kades Derani’ coba menjelaskan makanya orang itu salah tanggapan dengan saya, contohnya itu kemarin PAMSIMAS (memberitahu kegiatan pembanguan PAMSIMAS) dari kegiatan Balai Padang, saya sampaikan kalau kepihak mereka kalau kurang pendanaan, saya akan ganti uang Negara ini dalam pembangunan PAMSIMAS.

ia menjelaskan kembali mengenai pembangunan Pamsimas, saya bisa dan mau buat anyaman besi kalau PAMSIMAS tidak mampu dalam kurangnya pendanaan, karena saya ini orang teknik, kalau keuangan Pamsimas tidak mampu, karena kita ini orang teknik, saya kerja 3 bulan satu rupiah tidak dibayar oleh PAMSIMAS boleh ditanya ke pihak PAMSIMAS, makanya saya tidak sama dengan Kepala Desa yang lama, ungkapnya lagi.

Karena kita ini sudah tahu arah wartwan, LSM, kita lah tahu, kapan dia atau sudah mengejar-ngejar sudah pasti mereka menduga ada yang tidak jelas dengan kegiatan yang ada di desa kita, dan saya boleh di cek akan hal itu, tuturnya.

Saat dipertanyakan, kualitas bangunan oke, beliau kembali minta diperjelas dengan bertanya kembali ‘mengapa !!!’, kualitas bangunan sudah okelah ini (penegesan kembali dari wartawan satelitcyber.com), ia menjelasakan mengungkapkan contoh sambil menunjukkan bangunan yang tidak baik, ini ia ungkapkan tidak boleh, saya langsung suruh bongkar perbaiki kemarin waktu pelaksanaan pembangunannya (menunjukan arah bangunan yang tidak seuai dan Kepala desa memerintah bongkar dan perbaiki), ini gambarnya, karena saya orang teknik, ungkapnya lagi.

Disahuti wartawan satelitcyber.com, ‘karena Pak Kades mengetahui kah’, dengan semangat ‘Kades Derani’ mengungkapkan bukan sarjana teknik, tapi saya orang yang mengetahui tentang teknik bangunan dengan semangat, kalau ibaratnya sekolah kan lain, saya Magister Manajemen, tutur Kades Derani.

Wawancara wartawan satelitcyber.com berlanjut berbalik ke arah wartawan satelitcyber.com, yang cukup melenceng dan berubah, yang sebelumnya, kontek dan konten wawancara mengenai ‘Pembangunan Gedung Serba Guna’ , Kades Derani mengalihkan pertanyaan balik, wilayah anda memang wilaayah sini (maksudnya wilayah kabupaten Bengkulu Tengah), wilayah Benteng apa bukan, tanya nya.

Disahuti wartawan satelitcyber.com, saya wilayah Provinsi Pak Kades, wilayah Provinsi kan menyeluruh untuk semua Kabupaten yang ada di Provinsi Bengkulu.

Dengan penasarannya Kades Derani, coba ingin mengetahui lebih lanjut, kalau wilayah Provinsi Bengkulu masuk juga wilayah Kabupaten Bengkulu Tengah maksud ‘Kades Derani’, dan kembali mengajukan pertanyaan ke wartawan, untuk wilayah Bengkulu Tengah siapa yang bertugas, tanyanya minta lebih detil dan ingin tahu, pengalihan kontek dan konten konfirmasi tentang pelaksanaan Pembangunan Gedung Serba Guna Desa Padang Ulak Tanjung Kecamatan Talang Empat Kabupaten Bengkulu Tengah Provinsi Bengkulu sedikit bergeser kearah wartawan satelitcyber.com kian semakin gencar ditujukan ke posisi wartwan satelitcyber.com, hal itu dianulir oleh wartawan satelitcyber. com dengan mencoba menjelaskan, untuk sementara wilayah kabupaten Bengkulu Tengah belum ada, masih diwakili oleh wartawan Provinsi.

Penggiringan opini pun terus berlanjut terhadap wartawan satelitcyber.com, ‘Kades Deran’i coba mengungkapkan ‘maka saya ini, seperti ini, saya ini kan sudah orang lapangan, dengan LSM dengan wartawan tidak asing lagi bagi saya, ya, jadi kita sudah mengetahui arahnya, maka saya pesankan dengan ‘Perangkat Desa Padang Ulak Tanjung’, tidak usah kamu korupsi !!!
mengapa ?, tanya Kades Derani, lebih lanjut ia menjelaskan, nanti datang LSM, datang Wartawan ketika mengetahui kamu salah, sudah pasti kamu jadi digencet terus dan tidak selesai disitu saja, kasus hukum tidak berhenti sampai disitu, kata saya ke perangkat desa Padang Ulang Tanjung, sebelum kamu mengantongi keputusan hukum tetap, tutur Kades Derani.

Jadi percuma kamu korupsi ( maksudnya kepada para perangkat desa), lah ya ungkapnya lagi, hak kita lah sudah ada disini, gaji sudah ada, honor sudah ada, sudah ada konsumsi kita anggarkan, apa lagi, maka nya saya tidak mau, apa ya , saya tidak mau di anu ( mungkin maksudnya tidak mau di konfirmasi wartawan atau mungkin di datangi LSM, hingga berita ini dinaikan belum diketahui maksdnya bagaimana).

secara tegas Kades Derani, balik bertanya kepada wartawan, ‘jadi masalah bangunan ini apa yang ingin anda tanyakan, kemarin ada bos anda menelpon saya, kayaknya dia ada apa, mengejar-ngejar benar, ungkapnya.

wartawan satelitcyber.com langsung mempertanyakan mengenai kualitas bangunan dan anggaran yang ada di papan nama proyek itu bagaimana, dengan spontan ‘Kades Derani’ menjawab salah itu, itu dikurangi lagi itu, dikurangi lagi bagaimana, dengan jawaban yang tidak begitu terperinci
Kades Derani, mengungkapkan, anggaran itu dikurangi lagi dengan 108 X Rp. 900.000,-, dan dilanjutkan ditanya bangunan sudah berapa persen Pak Kades, 70 persen kah ?, ‘Kades Derani’ menjawab terbata-bata, ini sudah 60 %, 67 % ( Bersambung ke Part. 1 / bagian 2 ). (BADI)

  • Whatsapp

Pos terkait